Oleh: Novriza Rahman | Mei 29, 2011

Energi Taubat (puisi)

Ketika waktuku tiba

Kuterus menapaki hidup

Menyusuri dunia fana, jelajahi alam bawah sadar kita

Saat itu juga aku berubah

Namun, terhenti sesaat

Dalam nyanyian rindu aku bermunajat

Ya Robb . . .

Adakah untukku sinar taubat

Tetesan embun berwarnakan bening

Menyambut subuh yang hening

Samar-samar sinar bulan yang indah

Menghibur hati, untuk segera berubah

Lebih indah rencana-NYA

Aku, engkau dan ALLAH tahu

Jarak, kondisi, kekuatan dan keadaan sedang memusuhi kita

Akankah aku ingat akan sebuah janji yang pernah terbit dihati

Ingat kebiasaan kita memandang langit bersama

Saat kemurnian ISLAM telah menjaga kemurnian hati

Kita hanya bisa memberi figura hati sama lain

Tak boleh sedikit pun rasa untuk berlari dari pada-NYA

Saat tak ada lagi yang menghubungkan kita

Ingatlah cerita indah kenapa bisa terjadi hal demikian

Ketika kita sedang memandang satu hal yang sama

Dan merasakan sesuatu hal yang sama

Itu semua karena . . . .

Karena hati kita tertaut sama

Semoga yang terbaik adalah yang kita harapkan

Karena indanhya rencana kita tak seindah rencana ALLAH..

Ampuni aku ya Robb . . .

Karya : M. Ery Zulfian (Ketua FLP Banjarbaru)

diambil dari BanjarmasinPost edisi Minggu, 29 Mei 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori