Oleh: Novriza Rahman | Mei 16, 2011

Ada FIFA dibalik Batu ??

Sepak bola butuh naungan atau tempat yang berperan sebagai fungsi kontrol. Tidak hanya dari masing- masing klub sepak bola atau federasi sepak bola dari negara masing-masing. Oleh karena itulah kehadiran sebuah organisasi induk mampu menjadi pemimpin dan menampung segala macam aspirasi klub, maupun sepak bola di sebuah negara.

Jawaban atas semua itu adalah FIFA.

FIFA pertama kali dibentuk di Paris, tahun 1904. Negara-negara yang ikut mempelopori kehadiran FIFA pada saat itu adalah Belgia, Prancis, Belanda Spanyol, Swedia dan Swiss. Presiden FIFA pertama adalah Robert Guerin pada tahun 1906. Dua tahun kemudian, presiden FIFA berganti ke Daniel Burley Wollwall. Sejak dipimpin Wollwall, FIFA semakin mengajak beberapa negara untuk bergabung, dimulai dari seluruh Eropa, Afrika Utara, hingga Amerika Latin, seperti Cili dan Argentina.

Hingga saat ini perkembangan FIFA sebagai organisasi sepak bola terbesar dunia terus melakukan perubahan. Dari waktu ke waktu, setiap beberapa peraturan sepak bola berubah, dan semuanya itu diprakarsai oleh FIFA. Pada 1930 hingga 1960, sepak bola dunia belum memperkenalkan sarung tangan yang dipakai kiper. Hingga akhirnya FIFA membuat aturan bahwa seorang kiper atau penjaga gawang menggunakan sarung tangan untuk melindungi dirinya sendiri.

Masih banyak lagi aturan-aturan lain yang diprakarsai FIFA, di antaranya hakim garis, offside, peraturan pergantian pemain, hingga aturan transfer seorang pemain ketika dia pindah klub. Selain menjadi tempat untuk memprakarsai aturan-aturan sepak bola, FIFA juga menjadi “bapak”, bagi persatuan sepak bola berdasarkan benuanya.

Contohnya:

1. AFC

yang merupakan induk organisasi sepak bola Asia.

2. CAF

induk organisasi sepak bola Afrika.

3. UEFA

induk oganisasi sepak bola Eropa.

4. CONCACAF

induk organisasi sepak bola Amerika Utara, Amerika tengah, dan kepulauan Karibia.

5. OFC

induk organisasi sepak bola Osenia.

6. CONMENBOL

induk organisasi sepak bola Amerika Selatan.

Indonesia sendiri saat ini tergabung dalam AFC, yang merupakan induk organisasi sepak bola Asia.

Salah satu fungsi dari FIFA dan AFC adalah menengahi segala macam persoalan sepak bola yang terjadi di negara masing-masing. Tentunya, pada saat ini sepak bola Indonesia yang organisasinya bernama PSSI sedang mengalami masalah pelik. Ketua PSSI Nurdin Halid dituntut untuk mundur, karena sesuai dengan aturan FIFA bahwa seorang yang pernah bermasalah dengan kasus hukum, tidak boleh menjadi pemimpin organisasi sepak bola di negaranya masing-masing.

Nurdin Halid tidak pernah membawa sepak bola Indonesia ke prestasi yang lebih baik. Hal itu membuat para pecinta sepak bola Indonesia merasa sudah saatnya Nurdin memberi kesempatan kepada pihak lain untuk memimpin sepak bola Indonesia.

FIFA sebagai organisasi sepak bola dunia tentunya dibutuhkan oleh Indonesia. FIFA harus mampu menjadi mediasi dan memfasilitasi kemelut sepak bola Indonesia. Rencananya FIFA dan AFC akan hadir dalam kongres PSSI pada bulan maret nanti.

Bisakah FIFA membantu dan membangkitkan sepak bola Indonesia melalui pengalamannya sebagai mediator dan organisasi sepak bola dunia…….❓


Kategori

%d blogger menyukai ini: