Oleh: Novriza Rahman | Mei 15, 2011

Menjadi Kiper

Untuk menjadi kiper yang hebat ternyata tidak hanya mengandalkan reflek, penempatan posisi, dan lompatan yang bagus. Atau juga fisik yang menjulang tinggi. Ada hal lain yang membuat seorang kiper menjadi sangat tangguh dan sulit ditaklukkan.

Pertama adalah keberanian.

Pada era modern seperti sekarang kiper bukan lagi orang yang hanya bertanggung jawab pada bagian bawah mistar saja, para kiper dituntut untuk mampu menggalang pertahanan dan menjadi sweeper saat kondisi kurang menguntungkan.

Mereka juga harus berani beradu badan untuk merebut bola dari lawan dalam keadaan 1 on 1. Hal ini tidak jarang membuat para kiper mendapatkan cedera, hal yang pada masa lalu sangat jarang terjadi pada seorang kiper.

Kedua adalah determinasi alias pengambilan keputusan yang cepat.

Para kiper dituntut bisa mengambil keputusan yang tepat pada setiap keadaan. Tempo permainan yang cepat membuat kiper diwajibkan melakukan tindakan tndakan yang cepat dan tepat. Tak jarang para kiper harus menjadi sweeper jika terjadi kesalahan dalam pemakaian offside trap oleh para defender. Hal ini membutuhkan kecepatan dan determinasi yang baik dalam melakukannya.

Yang ketiga adalah penglihatan yang tajam.

Hal ini dibutuhkan para kiper dalam berbagai hal. Mungkin banyak yang tidak menyadari hal ini, namun penglihatan yang baik sangat vital dalam membantu kiper menjalankan tugasnya.

Mulai dari melakukan umpan panjang, membaca arah bola, dan yang paling vital adalah membaca gerakan penendang penalti dari mata si penendang. Disadari atau tidak, para penendang penalti pasti akan melihat arah yang akan menjadi tujuan tendangannya(walaupun tidak semua) walaupun hanya sepersekian detik saja.


Kategori

%d blogger menyukai ini: