Oleh: Novriza Rahman | Mei 14, 2011

disini DAHA BARAT…. aku Bangga…!!!

Akhir-akhir ini ada rasa bangga didada setelah 2 tahun menginjakan kaki di Bajayau, Kec. Daha Barat. Kenapa ada rasa bangga…? (yang rasanya datang terlambat). Karena minggu2 ini ada seleksi kejuaraan O2SN (OLYMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL) wilayah Daha Barat. Yang mana perwakilan terbaik nantinya akan mewakili Kecamatan ini ke Wilayah Kabupaten HSS.Hanya itu..??

Belum…. Pada tahun ini antusiasme masing-masing SD sangat luar biasa. Dilihat dari rata-rata tiap SDN mengirim perwakilan atlitnya 20 orang…!!! (SDN di Daha Barat ada 8 buah ; Baru, Siang Gantung, Tanjung Selor, Badaun, Bajayau, Bajayau Tengah 1, Bajayau Tengah 2 & Bajayau Lama) Bandingkan dahulu, 1 tahun yang lalu partisipasi peserta hanya dari 2 SD. Itupun….. kami dapat mengirim atlit ke Provinsi, Mahdalena, kelas IV asal SDN Bajayau Tengah 2, cabang atletik. Kilas balik dikit, Mahda mendapat medali Emas di kabupaten. Setelah mengalahkan Kec. Loksado, Kec. Kandangan. pada saat tanding di Provinsi Mahda bingung liat mobil yang sangat banyak…..!!! Kalo dikampung klotok…. Ini mah mobil, jadilah binggung…!!!

Sedikit kisah saya,
Berprofesi sebagai tenaga pendidik yang ditempatkan didaerah terpencil, pedalaman, terisolasi, tertutup dengan luar, bagi siapapun, guru apapun, pegawai manapun, camat pun mungkin tidak pernah terlintas dan tidak pernah ada dalam mimpi sekalipun (banyaknya pun..) Khususnya saya pribadi, jangankan bermimpi….. membayangkan daerah terpencil saja tidak pernah…. Hati kecil saya mengakui…. terlalu kotasentrisme (hedeeeeh apa pula itu…!!!)

Selasa, 19 Mei 2009. Pertama kali menginjakan kaki ditanah Bajayau, Kec. Daha Barat. Rasa getir dalam hati ini, selintas apa yang ada dalam film Laskar Pelangi sama persis dengan disini. Jangan harap kita melihat para siswa yang memakai atribut sekolah secara lengkap, jangan mengira dikaki mereka ada sepasang sepatu lengkap dengan kaos kaki. Sandal mungkin…?? Tidak kawan…. kaki mereka telanjang. Jangan harap melihat baju seragam putih bersih yang mereka kenakan, mereka memakai baju (yang bagi saya pribadi, yang mereka kenakan adalah kain pel lantai) kumal, kusut, berwana putih, kekuning-abuan kotor…. Semua siswa begitu…??? Tidak itu hanya sebagian

(sebagian kecil..mungkin..??)

Sebagian besar…!!!

Latar belakang masyarakat yang kesehariannya hanyalah sebagai pencari ikan selalu mewarnai hidup mereka. Pernah liat anak umur 4 tahun memancing ikan…??? Kira2 pernah aja…mungkin bayangan kita ‘ah paling pancing plastik mainan…. atau ukuran panjang kail yang tak lebih dari 1 meter…..salah besar…!!! Ini pancingan ukuran orang dewasa, yang mana saya sendiri (banyak otot diseluruh bagian tubuh, Ade Rai mode ON…) merasakan lumayan berat untuk mengankat pancing tsb. Tapi itulah mereka. Dengan potensi alam ditambah skill individu, 1 ikan haruan BESAR…!!! seorang anak 4 tahun dapat dengan mudah menghiasi isi ember di sudut dapur rumah sederhana mereka.

Belum lagi anak kelas 1 SD yang bisa mendayung disungai besar, juga anak TK yang pandai berenang…… sekali lagi di SUNGAI BESAR….!!!

Terlalu di DRAMATISIR…??

Tidak ini nyata kawan….!!!

Back tu sturi agen….(jiiaah….!! kebarat-barat’an, tapi memang sekarang kita di daha BARAT)

Untuk mempersiapkan lomba O2SN dikabupaten, kami hanya mengirim 6 cabang ; Sepakbola, bola voli, catur, Tenis meja, Atletik & Bulutangkis. Melihat kemampuan potensi, dana & alam kami yang terisolir. Hanya itulah cabang olahraga yang kami sertakan. Kami berkomitmen dengan mantap tahun depan, kami akan menyertakan renang, sesuai potensi alam kami yang 80% adalah air & air… (terus terang ini merupakan ”ancaman” bagi Atlit Kabupaten dan Provinsi sekalipun…..hahay….) Sekarang ini sudah kami laksanakan (dengan saya pribadi ikut BYUURR..!! disungai besar) program pemantapan perubahan gaya renang anak yang terbiasa berenang secara otodidak, menuju gaya renang yang sudah ditentukan dalam lomba. Untuk masalah speed…??? Tidak perlu ditanyakan…limit nasional ditangan…. amiiiin.

Melihat cabang-cabang tersebut biasanya dikabupaten, penguasa medali adalah Kota Kandangan, tahun ini Daha Barat berpotensi merubah itu. Memang….(dalam hati), kami tidak akan menyapu bersih semua medali, tapi kami akan memberikan perlawanan, kekuatan, kesungguhan, keuletan, penampilan terbaik kami disetiap pertandingan. Seperti yang saya sendiri tanyakan ke anak-anak yang penuh bakat ini :

Saya : Apakah kalian tidak minder nanti tampil dikabupaten..??
Anak : Tidak akan, Pak…!!!
Saya : Kalian tahu siapa yang akan dihadapi…??
Anak : Tidak tahu, pak….(sambil saling pandang, sudah tentu bingung..)
Saya : Nah…. alasan kalian bahwa kalian tidak akan minder…??
Anak : Semangat pak….!!! (koor teriak)

Memang hanya dengan Semangat, mereka belum tentu juara……. Tapi dengan semangat, dengan potensi, dengan bakat alam yang dimiliki tangga juara tidaklah begitu jauh dengan mimpi kami. Begitu mungkin hati mereka.

Akhirnya…. sampai malam ini saya bangga ditempatkan di Bajayau, Daha Barat. Sebuah kecamatan termuda di kabupaten HSS. Dimana mutiara-mutiara olahragawan masa depan INDONESIA dapat ditemukan. Insya Allah….!!!

Salam hangat,

dari
Guru Olahraga di pedalaman HSS
RZ


Kategori

%d blogger menyukai ini: